Tanggul Yang Baru Dibangun Jebol, Persawahan di Indramayu Terancam Kekeringan

Sipon Kandanghaur di Indramayu yang jebol mengganggu pasokan air irigasi Perum Otorita Jatiluhur ke sawah-sawah. (taryani)

INDRAMAYU NEWS – Indramayu menjadi salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia, namun apa jadinya bila ribuan hektar tanaman padi milik para petani kekeringan. Sekarang ini di Kecamatan Bongas, Anjatan, Gabuswetan, Kandanghaur, Patrol dan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir ini dilanda kekurangan pasokan air irigasi dari Perum Otorita Jatiluhur (POJ). Ini terjadi karena sandaran tanggul Saluran Sekunder (SS) Kandanghaur longsor.

Padahal tanggul belum lama dibangun. Akibatnya, air dari POJ menuju sawah petani terganggu.

Edi, warga, mengatakan jebolnya tanggul SS Kandanghaur merepotkan petani yang saat ini tengah menanam padi musim tanam Gadu.

“Kalau jebolnya SS Kandanghaur pada saat musim tanam rendeng masih mending, karena kebutuhan air untuk tanaman padi dapat disokong air hujan. Kalau jebolnya tanggul sekarang ini jadi mengganggu karena pasokan air tergantung dari POJ dan ujung-ujungnya tanaman padi bisa kekeringan,” katanya.

Ia heran tanggul yang belum lama selesai dibangun dengan biaya mahal sudah jebol. “Manfaatnya belum terlalu terasa sudah jebol,” ujarnya.

Berkurangnya pasokan air irigasi POJ ke sawah-sawah petani juga makin bertambah parah setelah bangunan Sipon Wanguk yang sama-sama berfungsi mengalirkan air irigasi dari POJ menuju ke sawah-sawah petani beberapa waktu lalu juga jebol.

“Sipon Wanguk yang jebol harus diperbaiki. Untuk memperbaiki Sipon Wanguk, air irigasi dari POJ menuju sawah-sawah petani harus distop atau dikeirngkan dahulu. Kalau tidak dikeringkan maka akan mengganggu pekerjaan perbaikan Sipon Wanguk,” katanya. (taryani/yp)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel